Pages

Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan
Selasa, 16 Juni 2015

Kata Tunjuk dalam Bahasa Jepang


Kata Tunjuk
これkore (ini):   untuk menunjukkan benda yang dekat dengan Si pembicara.

それ sore (itu): untuk menunjukkan benda yang dekat dengan lawan bicara.

あれ are (itu):   untuk menunjukan benda yang posisinya jauh dengan Pembicara dan lawan bicara atau jauh dari keduanya.

Contoh:


1.
 Kore wa hon desu. (Ini buku)

これはほんです。

2. Sore wa enpitsu desu. (Itu pensil)

それはえんぴつです。


3. Are wa nan desu ka. (Itu apa?)

あれはなんですか。


4. Are wa kaban desu. (Itu tas)

あれはかばんです。


5. Sore mo kaban desu ka (Itu juga tas?)

それもかばんですか。



Wa berubah menjadi mo bila berarti juga.


KONO
 この ~          : ~ ini

SONO
  その~           : ~ itu

ANO
  あの~             : ~ itu


Kata
 tunjuk kore, sore, are berubah menjadi kono, sono, ano bila berfungsi sebagai ‘partikel' seperti kata ‘the' dalam bahasa Inggris.( the book, the table, this book, this table dll). Kata kono, sono, ano tidak bisa berdiri sendiri seperti halnya kore, sore, dan are.

Contoh:


1.
 Kore wa hon desu. (Ini buku)

これは本です。


Kono hon wa watashi no desu. (Buku ini punya saya)

この本
ほん
は私
わたし
のです。


2. Sore wa kaban desu. (Itu tas)

それはかばんです。


Sono kaban wa dare no desu ka. (Tas itu punya siapa?)

そのかばんは誰
だれ
のですか。


3. Are wa enpitsu desu (Itu pensil)

あれはえんぴつです。


Ano enpitsu wa nagai desu. (Pensil itu panjang)

あのえんぴつはながいです。



Partikel
 "no" untuk menyatakan kepunyaan. Dalam bahasa Jepang susunannya terbalik sebagai berikut;

Watashi
 no ( punya saya)

Watashi
 no hon (buku punya saya)

Kore
 wa watashi no hon desu. (Ini buku punya saya)

Jumat, 15 Mei 2015

[TUGASKU] Surat Kuasa

SURAT KUASA
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama                  : Maydina Izzatul Yazidah
Tempat/tgl. Lahir      : Banjarmasin, 10 mei 1999
Alamat                 : Jl. Mangga Tanjung Tabalong

Dengan ini memberi kuasa kepada :
Nama                  : Diah Lestari
Tempat/tgl. Lahir       : Tabalong, 10 oktober 1999
Alamat                 : Jl. Gunung sari Tanjung Tabalong

Untuk melakukan penjualan tanah di Desa Maburai seluas + 500 m2.
Demikianlah saya membuat surat keterangan ini untuk dapat digunakan seperlunya.
Tanjung, 23 April 2015
Penerima kuasa                                                        Pemberi kuasa


 Diah Lestari                                                           Maydina Izzatul Y.
Selasa, 17 Maret 2015

Rangkuman Tata Nama Senyawa

1.   Tata Nama Senyawa Anorganik
a.   Tata Nama Senyawa Biner
      Senyawa Biner adalah senyawa yang dibentuk dari dua unsur, yang berasal dari satu unsur logam dan satu unsur nonlogam atau dari dua unsur nonlogam.
1)   Tata Nama Senyawa Biner Logam dengan Nonlogam
a. Logam yang mempunyai satu bilangan oksidasi (alkali, alkali tanah, dan aluminium). Penamaanya dengan menyebutkan nama logam di depan dan kemudian nama nonlogam diikuti akhiran –ida.
Logam + Nonlogam –ida
Contoh:
·         NaBr    = Natrium Bromida
·         MgBr2 = Magnesium Bromida
·         Na2O   = Natrium Oksida
·         CaS       = Kalsium Sulfida
·         K2O      = Kalium Oksida
b.  Logam yang mempunyai lebih dari 1 bilangan oksidasi, penulisan nama logam di depan disertai menuliskan bilangan oksidasi dengan angka Romawi dalam tanda kurung dan nama nonlogam di belakang diakhiri dengan akhiran –ida.
Logam + (bilangan oksidasi logam) + nonlogam –ida
Contoh:
·         CuCI    = Tembaga (I) Klorida
·         SnO        = Timah (II) Oksida
·         CuCI2     = Tembaga (II) Klorida
·         SnO2          = Timah (IV) Oksida
Senyawa-senyawa yang dihasilkan tersebut berupa senyawa ion karena terbentuk dari atom yang bermuatan positif dan negatif, dengan cara serah terima elektron.
Contoh: Kalsium Klorida (CaCI2) terbentuk dari ion Ca2+ dan CI- , natrium oksida (Na2O), terbentuk dari ion Na+ dan O2-.
Cara lain menuliskan persamaan unsur logam yang memiliki bilangan oksidasi lebih dari satu yaitu sebagai berikut:
(1)     Unsur logam dengan bilangan oksidasi kecil ditulis dengan akhiran –o.
(2)     Unsur logam dengan bilangan oksidasi besar ditulis dengan akhiran –i.
Contoh:
·         FeCI2   = Fero Klorida             (Bilangan oksidasi Fe = +2 => lebih kecil)
·         FeCI3   = Feri Klorida               (Bilangan oksidasi Fe = +3 => lebih besar)
·         CuCI    = Kupro Klorida           (Bilangan oksidasi Cu = +1 => lebih kecil)
·         CuCI2     = Kupri Klorida            (Bilangan oksidasi Cu = +2 => lebih besar)
2)   Tata Nama Senyawa Biner Nonlogam dengan Nonlogam
a.  Atom yang cenderung bermuatan positif diletakkan didepan, sedangkan atom yang cenderung bermuatan negatif diletakkan dibelakang dengan urutan berikut ini:
B – Si – C – Sb – As – P – N – H – Te – Se – S – I – Br – CI – O – F
Contoh:
Amonia               =       NH3 bukan H3N
Air                        =        H2O bukan OH2
b. Senyawa dari dua jenis unsur nonlogam diberi nama kedua unsur yang bersangkutan, diberi akhiran –ida.
(1) Atom nonlogam yang hanya membentuk satu senyawa dengan atom lain, maka atom yang cenderung bermuatan posifit diletakkan di depan dan atom yang cenderung bermuatan negatif diletakkan di belakang dengan akhiran –ida.
Nonlogam (+) + nonlogam (-) –ida­
 Contoh:
·         H2S                   =              Hidrogen Sulfida
·         HBr                   =              Hidrogen Bromida
·         HCI                   =              Hidrogen Klorida
(2) Pasangan atom yang bersenyawa membentuk lebih dari satu jenis senyawa diberi nama dengan menyatakan jumlah atom tiap unsur dan diakhiri dengan –ida. Angka indeks dalam bahasa Yunani yaitu:
1 = Mono                   3 = Tri               5 = Penta                7 = Hepta
2 = Di                         4 = Tetra           6 = Heksa               8 = Okta
Jumlah atom – nonlogam + jumlah atom – nonlogam –ida
 Namun, bila indeks 1 dimiliki unsur pertama, maka angka indeks tidak perlu disebutkan.
Contoh:
·         NO    =    Nitrogen Oksida
·         CCI4  =        Karbon Tetraklorida
·         NO2  =    Nitrogen Dioksida
·         SO3   =        Belerang Trioksida
·         N2O5  =    Dinitrogen Pentaoksida
·         CI2O7   =        Dikloro Heptaoksida
(3)           Untuk senyawa-senyawa yang sudah umum dikenal tidak perlu menggunakan aturan tersebut.
Contoh:
·         NH3   =    Amonia
·         HO   =    Air